PT Tehnik Unggul Listrindo – Kehadiran genset menjadi solusi praktis ketika listrik padam, sehingga dapat menjaga pasokan listrik tetap stabil. Namun, ada satu hal yang sering kali dianggap sepele padahal sangat krusial, yaitu penyimpanan bahan bakar. Banyak pengguna genset tidak menyadari bahwa cara penyimpanan yang kurang tepat dapat menimbulkan risiko besar, mulai dari kerusakan mesin hingga bahaya kebakaran. Oleh karena itu, memahami bagaimana penyimpanan bahan bakar genset yang benar adalah langkah penting agar genset tetap awet, aman, dan siap digunakan kapan saja.

Penyimpanan bahan bakar bukan hanya sekadar menaruh solar atau bensin di wadah tertentu. Ada standar keselamatan yang harus diikuti agar bahan bakar tetap dalam kondisi baik dan tidak menimbulkan bahaya. Bahan bakar yang disimpan terlalu lama atau di tempat yang salah bisa terkontaminasi air, kotoran, bahkan mengalami oksidasi. Kondisi ini membuat kualitas bahan bakar menurun dan pada akhirnya dapat merusak mesin genset.

Selain itu, bahan bakar merupakan zat yang mudah terbakar. Menyimpannya tanpa aturan yang tepat dapat memicu kebakaran besar. Oleh karena itu, perhatian ekstra dalam penyimpanan sangatlah penting, terutama bagi bisnis yang mengandalkan genset sebagai sumber listrik cadangan. Dengan tata cara penyimpanan bahan bakar yang benar, Anda tidak hanya melindungi mesin, tetapi juga menjaga keselamatan orang-orang di sekitar.

Risiko Jika Penyimpanan Bahan Bakar Tidak Tepat

Kesalahan dalam penyimpanan bahan bakar dapat menimbulkan berbagai risiko serius. Pertama, kualitas bahan bakar bisa menurun drastis. Solar atau bensin yang terkontaminasi akan menghasilkan endapan yang dapat menyumbat filter dan injektor genset. Akibatnya, performa genset menurun, bahkan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada mesin.

Kedua, bahan bakar yang disimpan di lokasi tidak aman rentan menimbulkan kebakaran. Percikan kecil saja bisa memicu api yang besar jika ada uap bahan bakar di udara. Kasus kebakaran akibat penyimpanan bahan bakar yang sembarangan sudah sering terjadi, dan tentu Anda tidak ingin hal itu menimpa rumah atau tempat usaha Anda.

Ketiga, dari sisi kesehatan, bahan bakar yang bocor dapat menghasilkan asap beracun. Menghirup uap bahan bakar dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan pernapasan. Risiko ini semakin besar jika penyimpanan bahan bakar dilakukan di ruangan tertutup tanpa ventilasi yang memadai.

Jenis Tangki yang Aman untuk Penyimpanan Bahan Bakar

Pemilihan tangki merupakan salah satu aspek paling penting dalam penyimpanan bahan bakar. Tidak semua wadah cocok digunakan. Tangki khusus berbahan baja atau fiberglass lebih direkomendasikan karena memiliki ketahanan tinggi terhadap tekanan, panas, dan risiko kebocoran.

Tangki baja biasanya digunakan untuk kapasitas besar, misalnya di industri atau perkantoran. Sementara itu, tangki fiberglass cocok untuk penggunaan skala menengah hingga besar karena tahan korosi dan lebih awet dalam jangka panjang. Untuk penggunaan rumah tangga atau kapasitas kecil, tangki logam dengan lapisan khusus juga bisa digunakan.

Selain jenis material, perhatikan pula desain tangki. Pilih tangki dengan sistem ventilasi yang baik untuk menghindari penumpukan uap. Sebaiknya gunakan tangki yang sudah memenuhi standar SNI atau sertifikasi keamanan internasional agar kualitas dan keamanannya terjamin.

Jarak Ideal Lokasi Penyimpanan dengan Genset dan Bangunan

Lokasi penyimpanan bahan bakar tidak boleh sembarangan. Menyimpan tangki bahan bakar terlalu dekat dengan genset atau bangunan utama bisa berbahaya. Idealnya, tangki penyimpanan bahan bakar ditempatkan di area terbuka dengan jarak minimal 5 meter dari genset maupun dinding bangunan.

Jarak ini bertujuan untuk meminimalisir dampak apabila terjadi kebocoran atau kebakaran. Selain itu, lokasi penyimpanan sebaiknya tidak berada di area rawan banjir atau tempat dengan suhu tinggi. Pilihlah lokasi yang memiliki sirkulasi udara baik agar uap bahan bakar tidak terakumulasi. Jika memungkinkan, gunakan atap pelindung untuk menjaga tangki dari panas matahari langsung maupun hujan.

Cara Menyimpan Bahan Bakar Genset dalam Jangka Panjang

Menyimpan bahan bakar untuk jangka panjang membutuhkan strategi khusus. Salah satunya adalah dengan menggunakan aditif atau stabilizer yang dapat menjaga kualitas bahan bakar tetap optimal. Aditif ini membantu mengurangi proses oksidasi dan mencegah terbentuknya endapan di dalam tangki.

Selain itu, penting untuk mengisi tangki hingga hampir penuh. Tangki yang kosong sebagian lebih rentan terhadap kondensasi yang menyebabkan air masuk ke dalam bahan bakar. Air yang bercampur dengan solar atau bensin dapat merusak kualitas bahan bakar secara signifikan.

Lakukan rotasi stok secara berkala. Jangan biarkan bahan bakar tersimpan lebih dari 6 hingga 12 bulan tanpa digunakan. Lebih baik gunakan bahan bakar lama terlebih dahulu sebelum menambahkan pasokan baru. Dengan begitu, Anda bisa memastikan genset selalu mendapatkan bahan bakar yang segar.

Hindari Kontaminasi dan Kebocoran Bahan Bakar

Kontaminasi merupakan musuh utama dalam penyimpanan bahan bakar. Debu, karat, atau air yang masuk ke dalam tangki bisa merusak kualitas bahan bakar. Untuk mencegah hal ini, gunakan penyaring saat menuangkan bahan bakar ke dalam tangki. Selain itu, pastikan penutup tangki selalu tertutup rapat.

Kebocoran juga menjadi ancaman serius. Bahkan kebocoran kecil bisa berakibat fatal jika terkena percikan api. Oleh karena itu, selalu lakukan pemeriksaan visual secara rutin. Jika ada tanda-tanda korosi atau retakan pada tangki, segera lakukan perbaikan atau penggantian. Ingat, biaya mengganti tangki jauh lebih kecil dibandingkan risiko kerugian akibat kebakaran.

Penggunaan Drum dan Jerigen Khusus untuk Penyimpanan

Bagi pengguna rumah tangga atau bisnis kecil, sering kali bahan bakar disimpan dalam drum atau jerigen. Namun, tidak semua wadah tersebut aman digunakan. Pastikan drum atau jerigen yang Anda gunakan dirancang khusus untuk menyimpan bahan bakar. Umumnya wadah ini terbuat dari baja tebal atau plastik HDPE yang tahan terhadap bahan kimia.

Jangan pernah menggunakan wadah bekas yang sebelumnya dipakai untuk menyimpan cairan lain. Residu dari cairan tersebut bisa bercampur dengan bahan bakar dan menurunkan kualitasnya. Pilihlah wadah yang memiliki segel rapat serta dilengkapi dengan ventilasi khusus untuk mengurangi tekanan gas di dalamnya.

Jika Anda membeli genset baru dan membutuhkan saran tentang wadah penyimpanan bahan bakar yang tepat, Anda bisa menemukan informasi lebih lanjut di Genset Indonesia yang menyediakan berbagai pilihan genset berkualitas beserta aksesori pendukungnya.

Perawatan Tangki Penyimpanan Bahan Bakar

Tangki penyimpanan tidak hanya cukup dipasang lalu dibiarkan begitu saja. Perawatan rutin perlu dilakukan agar tangki tetap dalam kondisi prima. Salah satu langkah penting adalah membersihkan bagian dalam tangki secara berkala. Endapan kotoran atau lumpur biasanya akan mengendap di dasar tangki setelah beberapa waktu.

Pembersihan bisa dilakukan dengan mengosongkan tangki, lalu menggunakan cairan khusus pembersih bahan bakar. Setelah itu, pastikan tangki benar-benar kering sebelum diisi ulang. Jangan lupa periksa juga katup, selang, dan pipa yang terhubung dengan tangki. Bagian-bagian ini rentan terhadap karat dan kerusakan.

Perawatan yang konsisten akan memperpanjang usia pakai tangki dan menjaga kualitas bahan bakar tetap stabil. Dengan demikian, genset Anda akan selalu siap digunakan tanpa kendala berarti.

Inspeksi Rutin untuk Mencegah Kebakaran atau Ledakan

Pemeriksaan rutin sangat penting untuk memastikan penyimpanan bahan bakar tetap aman. Lakukan inspeksi setidaknya sekali setiap bulan. Periksa kondisi fisik tangki, apakah ada retakan, kebocoran, atau tanda korosi. Cek juga apakah ada genangan bahan bakar di sekitar lokasi penyimpanan yang bisa menjadi indikasi kebocoran kecil.

Selain itu, pastikan semua peralatan pendukung seperti pompa dan selang masih berfungsi dengan baik. Jika ada kerusakan kecil, segera lakukan perbaikan sebelum menjadi masalah besar. Jangan lupa untuk menyiapkan alat pemadam kebakaran ringan di sekitar area penyimpanan. Hal ini menjadi langkah antisipasi penting jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran kecil.

Tanda-tanda Bahan Bakar Tidak Layak Digunakan Lagi

Tidak semua bahan bakar yang disimpan bisa digunakan selamanya. Ada tanda-tanda yang bisa Anda perhatikan untuk mengetahui apakah bahan bakar masih layak dipakai atau tidak. 

  • Pertama, perhatikan warna bahan bakar. Jika warnanya berubah menjadi lebih gelap atau keruh, kemungkinan besar bahan bakar sudah terkontaminasi.
  • Kedua, adanya bau yang menyengat atau berbeda dari biasanya juga menjadi indikator. Bahan bakar yang sudah basi akan mengeluarkan aroma tajam yang tidak wajar. 
  • Ketiga, jika terlihat adanya endapan atau partikel asing di dalam wadah, itu berarti bahan bakar sudah tercemar.

Menggunakan bahan bakar yang tidak layak hanya akan merusak genset Anda. Sebaiknya segera buang bahan bakar yang sudah rusak sesuai dengan prosedur pembuangan limbah berbahaya. Jangan pernah membuangnya sembarangan karena bisa mencemari lingkungan.

Solusi Genset terpercaya untuk industri, pabrik dan proyek Anda.
Untuk pemesanan, silakan hubungi kami di:
Whatsapp: +6281-1133-0137
Website: https://gensetindonesia.co.id